Kamis, 19 September 2019

Konsep Berpikir Ikhlas dan Tawakkal

Hidup itu seperti masuk ke dalam sebuah labirin batu
Semua jalan yg dilalui masih penuh misteri, dingin, gelap dan berdebu
Kita belum tau, sebelum mencoba setiap proses jalan itu
Jalan yg kita ambil bisa saja buntu
Pun bisa penuh kerikil, terjal, dan berliku
Kita tak tau ujungnya, tak kan pernah tau..

Tapi setiap pilihan selalu ada resiko.
Konsekuensi.
Tanggung jawab.
Alasan atas setiap kejadian.
Sebab-akibat.
Konsep berpikir.
Aksi-reaksi.

Intinya alasan atas setiap kejadian selalu berdasarkan metode sebab-akibat dari aksi-reaksi manusia, yg mana menghasilkan konsep berpikir untuk membuat pilihan. Dan dari pilihan itu menghadirkan konsekuensi untuk selalu dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

Mungkin ego dalam lelah selalu berteriak tanpa henti
Mungkin jarak selalu memberi pola pikir yg tak abadi
Tapi ada 1 hal yg selalu berusaha ku yakini
bahwa hati selalu memanggil nama-Mu dalam setiap sujud penuh arti

Allah...Allah...Allah...

Jawaban atas setiap kejadian selalu ada pada manusianya sendiri. Bagaimana menyikapi dan meyakini serta mengikhlaskan setiap apa yg terjadi.

Ikhlas dalam hati.

Tak peduli sebesar apapun kejadian di depan mata layu ini, tak ada artinya saat dihadapkan pada keMaha-Besaran Allah yg hakiki.

Masalah yg kau pikir besar, bukankah lebih besar Allah? Kegelisahan yg membuatmu paling gusar, bukankah lebih besar Allah?
Kerumitan pola pikir yg membuatmu menangis getir, bukankah lebih besar Allah?

Yakinlah.
Setiap proses adalah langkah Allah untuk selalu membaikkan hamba-Nya.
Percayalah.
Setiap sakit yg dirasa adalah sebagian dari penggugur dosa-dosa.

Allah... Allah... Allah...

Maka bertahanlah pada sebenar-benarnya pasrah.
Meski jalan tak selalu mudah, karena perang paling resah adalah melawan diri yg selalu gundah.

Tawakkal.

Menyerahkan sepenuh-penuhnya hati kepada pemiliknya yg paling inti.
Tak peduli apapun yg terjadi,
yakin bahwa semua milik dan bukan milik akan kembali,
tak akan selamanya berada di sisi.

Kita hanya bisa selalu berusaha mengupayakan yg terbaik. Biar Allah yg mengatur hasil akhir yg pasti baik.

Allah Allah Allah.
Bolehkah aku selalu meminta maaf dari-Mu?

#Faa

Selasa, 13 Agustus 2019

Setan dalam Kepalaku

Tuhan, bolehkah ku bunuh setan di dalam kepalaku?
Dia berdiam lama tak mau beranjak dari peraduanku..

Tuhan, apakah setan-setan itu memang merajai setiap kepala manusia?
Ataukah hanya berenang bebas dalam kepalaku?

Tuhan, maafkan aku..
Kadangkala setan-setan itu ku temani dalam seringai jahat
Kadangkala setan-setan itu ku kubur kuat-kuat
Kadangkala setan-setan itu ku ajak bermain meski penat

Tuhan,
Aku berada di antara dua sisi mata uang
Sisi mana yg harus kurelakan?

Minggu, 11 Agustus 2019

Blog Lama

Hanya berisi pengumuman bahwa :
Silakan berkunjung ke blog lamaku
http://zierlich.blogspot.com/?m=0


Berisi kegalauan dan pikiran ga jelas saat masih berusia belasan tahun, tulisannya masih alay, gaya berbahasanya masih egois, dan... Entahlah.. 😁
Saat membaca ulang semua saat ini aja bikin malu sendiri, tapi tolong jangan di bully ya, aslinya aku tuh suka sakit hatian😆😆..kritik dan saran sangat diperlukan..terima kasih 😊

Sabtu, 10 Agustus 2019

Hukum Fisika dalam Psikologi Manusia

Satu hal yang ku percaya di dunia ini, bahwa hukum fisika berupa gaya aksi-reaksi selalu berlaku. Itu adalah hukum alam. Bahwa setiap kita menebarkan hal positif, maka alam akan memberikan kita hal positif lebih dari yg kita bayangkan.
Begitu pula sebaliknya, saat kita dalam keadaan selalu memberikan hal negatif, maka kita pun akan menerima bentuk-bentuk negatif lebih dari yang kita inginkan.

Saat merasa ada yg berbuat jahat pada kita, entah dalam bentuk verbal atau non verbal, atau bentuk-bentuk lain di luar perkiraan, ingin rasanya kita melakukan hal-hal sadis tak terdefinisi. Mulai dari pengen ngunyah orang, ngelempar pake truk tronton, ngelitikin sampe bahagia. Tentu saja itu manusiawi. Siapa sih yg bisa tenang-tenang saja saat merasa dirinya tersakiti? Kucing aja balas nyakar saat ngerasa dirinya tidak aman.

Tapi saat keinginan membalas itu ada, selalu ada suara hati nurani yg menghalangi.

Hei kau, jika kau membalas dengan cara tidak elegan seperti itu, apa bedanya kau dengan dia? Bukankah akan nampak sama?
Come on girls, you can do better than this!
Angkat kepalamu dengan anggun, lakukan dengan cara yg baik!
Kalo pepatah englishnya, An eye for an eye. Mata untuk mata. Intinya mode lu senggol kita bacok.
Jangan lah ya. Ga keren kayaknya. Meski setan-setan di kepala banyak banget ngarahkan ke sini.
Kejahatan ga melulu harus dibalas dengan kejahatan. Baikin aja. Bikin dia malu uda jahatin kita. Dia lempar batu, kita kasi dia berlian. Dia ngado pisau, kita ngado bunga. Kalo muka dia tebel ga tau malu, pasti setting nya tetep jahatin kita. Banyak sih, populasi tipe-tipe ga tau malu kayak begini.

Kalo keadaan tetap ga memungkinkan sementara kita uda berusaha yg terbaik, saatnya say good bye. Biar Allah yg ngatur. Jangan buang-buang waktu dan tenaga kita yg berharga itu.
Bismillah, karena Allah lebih tau apa yg terbaik untuk kita.

Tetap semangat, jangan lupa berbahagia😊

*nyoba nulis gaya berbeda di sela mata berkekuatan 5 watt, agak sarkastik 😁

Apa itu Sikap Pengertian?

Ada hal yg bernama pengertian. Dipakai saat kita berusaha memahami keadaan orang lain. Berusaha mengerti, menyelami, berpikir dengan kacamata berbeda. Pengertian itu bersifat seperti zat asam, membuat luluh lebur segala hal yg ada di hadapannya.
Pengertian itu di dapat saat kita bisa melebarkan hati, meluaskan pandangan, menyempitkan segala macam keakuan.

Pengertian itu ga bisa muncul begitu saja. Apalagi jika memori di kepala hanya berpikir tentang kata : aku, diriku, hatiku, kebutuhanku, perasaanku, kepalaku, tanganku, kakiku, sandalku..dan segala hal tentang ku dan ku yg lainnya.

Bahasa kerennya egois.

Emang ga boleh ya kita egois?
Boleh lah, egois itu perlu agar kita tidak terlalu terlihat bodoh dan tetap bahagia.
Tapi egois yg keterlaluan akan menyiksa orang lain di sekitar kita.

Egois yg menyiksa itu bagaimana?
Intinya sih begini, tidak peduli apapun yg orang lain katakan atau apapun keadaannya yg penting bahagiakan aja aku. Yg penting nyamanin aja aku. Yg penting aku.. Aku.. Aku. Pokok aku aja deh.
Rasanya seperti ada orang yg ninggalin pas kita lagi sayang-sayangnya. Itu egois pake banget kan? Rasanya pengen nimpuk pake traktor aspal. Uda ngasi harapan, ngasi kode untuk selalu bahagia, eh kita nya aja yg kebaperan. Dia nya ngilang, kita bengong kek boneka jailangkung.
Ummm, contoh itu relevan ga siyh? Entahlah 😆

Disponsori oleh embun pagi dan segelas susu hangat. Teman yg manis di sela pikiran pahit.
Selamat bersemangat pagi!

Kekuatan Pikiran

Apa yg kita rasakan tergantung dari apa yg kita pikirkan. Karena kekuatan pikiran begitu hebatnya menguasai alam bawah sadar kita.

Kau akan baik-baik saja jika kau memang ingin dirimu berpikir seperti itu. Kau akan kalut jika membiarkan pikiran kalut menguasai dan menjatuhkanmu.
Kau akan bahagia jika membiarkan pikiranmu secara sederhana mensyukuri hal-hal paling sederhana sekalipun di sekelilingmu.

Manusia pada dasarnya memang punya sifat asli serakah. Dia bahagia di waktu ini, namun di keadaan dan situasi yg sama di lain waktu yg akan datang dia akan berubah karena menginginkan hal lain yg lebih.

Itu berproses dan keserakahan manusia berkembang dari waktu ke waktu. Namun pada dasarnya kita semua tau mana yg baik dan yg buruk itu dengan melihat ke dalam nurani masing-masing. Berbicaralah lebih dalam dengan hatimu. Rasakan semua, korelasikan hati, pikiran dan nurani terdalam.

Hidup dengan bahagia itu tidak rumit sebenarnya. Tidak perlu banyak aturan dan syarat ketentuan berlaku. Kita hanya perlu mensyukuri apapun yg terjadi dalam hidup. Baik dan buruk. Hitam dan putih. Terima dengan lapang dada dan melalui dengan ikhlas dan senyuman. Tolak ukur yg pernah kita tekankan di waktu pikiran tersetting perfeksionis pun akan blur dengan rasa syukur.

(Tapi tolak ukur juga perlu, agar kita terus punya ambisi untuk maju.)

Semua yg berlebihan pasti akan berakhir tidak baik. Misal saja saat makan buah pisang. Pisang itu baik; tinggi kalium, serat, mineral, dan nutrisi baik lainnya. Tapi saat dikonsumsi berlebihan tentu berakibat pada gangguan pencernaan. Sama hal nya saat mencintai seseorang. Mencintai itu baik, menyayangi itu indah. Akan tetapi jika dilakukan berlebihan pun akibatnya jadi tidak baik, cenderung mengikat, possessif, terlalu banyak aturan dan berakibat pada bermasalahnya sisi mental dan psikologis.

Atau saat terlalu benci pada seseorang, bisa berefek pada rasa galau dan bikin status yg berisi mantra gimana cara nyantet orang dengan damai.
Contoh lain bisa juga pada sisi rupawan seseorang. Karena saya wanita, saya ibaratkan yg ganteng dan yg manis. Saya lebih suka yg manis, karena yg ganteng itu membosankan.

Dua contoh yg terakhir bisa di skip ya, itu ga relevan dengan konteks di atas. 😆😆😆

Sekian dan selamat bersemangat.

Surah Favorit, Surah Ar Rahman ❤

Surat Ar-Rahman

Ar Rahman
Ar Rahmaan

( Yang Maha Pemurah )

Surat Ke 55 : 78 Ayat


بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ


Bismillahirrahmaanirrahiim(i)

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

ٱلرَّحۡمَٰنُ
Ar-rahmaan(u)
1. "(Tuhan) Yang Maha Pemurah,"
عَلَّمَ ٱلۡقُرۡءَانَ
'Allamal qur-aan(a)
2. "Yang telah mengajarkan al Quran."
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ
Khalaqal insaan(a)
3. "Dia menciptakan manusia."
 عَلَّمَهُ ٱلۡبَيَانَ
'Allamahul bayaan(a)
4. "Mengajarnya pandai berbicara."
ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٍ
Asy-syamsu wal qamaru bihusbaan(in)
5. "Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan."
 وَٱلنَّجۡمُ وَٱلشَّجَرُ يَسۡجُدَانِ
Wan najmu wasy-syajaru yasjudaan(i)
6. "Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada Nya."
وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ
Wassamaa-a rafa'ahaa wa wadha'al miizaan(a)
7. "Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan)."
أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ
Allaa tathghau fiil miizaan(i)
8. "Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu."
وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ
Wa aqiimuul wazna bil qisthi wa laa tukhsiruul miizaan(a)
9. "Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu."
وَٱلۡأَرۡضَ وَضَعَهَا لِلۡأَنَامِ
Wal ardha wa dha'ahaa lil-anaam(i)
10. "Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya)."
 فِيهَا فَٰكِهَةٌ وَٱلنَّخۡلُ ذَاتُ ٱلۡأَكۡمَامِ
Fiihaa faakihatun wannakhlu dzaatul akmaam(i)
11. "Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang."
وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ وَٱلرَّيۡحَانُ
Wal habbu dzuul 'ashfi warraihaan(u)
12. "Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya."
 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
13. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ
Khalaqal insaana min shalshaalin kal fakh-khaar(i)
14. "Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,"
وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ
Wa khalaqal jaanna min maarijim min naar(in)
15. "dan Dia menciptakan jin dari nyala api."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
16. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقَيۡنِ وَرَبُّ ٱلۡمَغۡرِبَيۡنِ
Rabbul masyriqaini wa rabbul maghribain(i)
17. "Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya"
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fab-iayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
18. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ
Marajal bahraini yaltaqiyaan(i)
19. "Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,"
 بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٌ لَّا يَبۡغِيَانِ
Bainahumaa barzakhul laa yabghiyaan(i)
20. "antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing"
 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
21. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 يَخۡرُجُ مِنۡهُمَا ٱللُّؤۡلُؤُ وَٱلۡمَرۡجَانُ
Yakhruju minhumaallu'lu'u wal marjaan(u)
22. "Dari keduanya keluar mutiara dan marjan."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
23. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 وَلَهُ ٱلۡجَوَارِ ٱلۡمُنشَ‍َٔاتُ فِي ٱلۡبَحۡرِ كَٱلۡأَعۡلَٰمِ
Wa lahul jawaaril munsyaaatu fiil bahri kal a'laam(i)
24. "Dan kepunyaanNya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
25. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٍ
Kullu man 'alaihaa faan(in)
26. "Semua yang ada di bumi itu akan binasa."
 وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ
Wayabqaa wajhu rabbika dzuul jalaali wal-ikraam(i)
27. "Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."
 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
28. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 يَسۡ‍َٔلُهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ كُلَّ يَوۡمٍ هُوَ فِي شَأۡنٍ
Yas-aluhuu man fiis-samaawaati wal ardhi kulla yaumin huwa fii sya'n(in)
29. "Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadaNya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan."

 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَان
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
30. "Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan?"
 سَنَفۡرُغُ لَكُمۡ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ
Sanafrughu lakum ayyuhaats-tsaqalaan(i)
31. "Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
32. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰت

وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٍ
Yaa ma'syaral jinni wal-insi iniistatha'tum an tanfudzuu min aqthaaris-samaawaati wal ardhi faanfudzuu laa tanfudzuuna illaa bisulthaan(in)
33. "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan."
  فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
34. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
يُرۡسَلُ عَلَيۡكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ
Yursalu 'alaikumaa syuwaazhun min naarin wa nuhaasun falaa tantashiraan(i)
35. "Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya)."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
36. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتۡ وَرۡدَةٗ كَٱلدِّهَانِ
Fa-idzaaan-syaqqatis-samaa-u fakaanat wardatan kaddihaan(i)
37. "Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabiayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
38. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
فَيَوۡمَئِذٍ لَّا يُسۡ‍َٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٌ وَلَا جَآنٌّ
Fayauma-idzil laa yusalu 'an dzanbihi insun wa laa jaann(un)
39. "Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
40. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
يُعۡرَفُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ بِسِيمَٰهُمۡ فَيُؤۡخَذُ بِٱلنَّوَٰصِي وَٱلۡأَقۡدَامِ
Yu'raful mujrimuuna bisiimaahum fayu'khadzu binnawaashii wal aqdaam(i)
41. "Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka."
 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
42. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ
Haadzihii jahannamullatii yukadz-dzibu bihaal mujrimuun(a)
43. "Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa."
يَطُوفُونَ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَ حَمِيمٍ ءَانٍ
Yathuufuuna bainahaa wa baina hamiimin aan(in)
44. "Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
45. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
وَلِمَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ
Wa liman khaafa maqaama rabbihii jannataan(i)
46. Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua syurga [1446]."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
47. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,"
ذَوَاتَآ أَفۡنَانٍ
Dzawaataa afnaan(in)
48. "kedua syurga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
49. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
فِيهِمَا عَيۡنَانِ تَجۡرِيَانِ
Fiihimaa 'ainaani tajriyaan(i)
50. "Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang mengalir"
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
51. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٍ زَوۡجَانِ
Fiihimaa min kulli faakihatin zaujaan(i)
52. "Di dalam kedua syurga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
53. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
مُتَّكِ‍ِٔينَ عَلَىٰ فُرُشِۢ بَطَآئِنُهَا مِنۡ إِسۡتَبۡرَقٖۚ وَجَنَى ٱلۡجَنَّتَيۡنِ دَانٍ
Muttaki-iina 'alaa furusyin bathaa-inuhaa min istabraqin wa janal jannataini daan(in)
54. "Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua syurga itu dapat (dipetik) dari dekat."
  فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
55. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ إِنسٌ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنٌّ
Fiihinna qaashiraatuth-tharfi lam yathmitshunna insun qablahum wa laa jaann(un)
56. "Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
57. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
كَأَنَّهُنَّ ٱلۡيَاقُوتُ وَٱلۡمَرۡجَانُ
Ka-annahunnal yaaquutu wal marjaan(u)
58. "Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
59. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
هَلۡ جَزَآءُ ٱلۡإِحۡسَٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَٰنُ
Hal jazaa-ul ihsaani ilaal ihsaan(u)
60. Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
61. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
Wa min duunihimaa jannataan(i)
62. "Dan selain dari dua syurga itu ada dua syurga lagi"
 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
63. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 مُدۡهَآمَّتَانِ
Mudhaammataan(i)
64. "Kedua syurga itu (kelihatan) hijau tua warnanya."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
65. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 فِيهِمَا عَيۡنَانِ نَضَّاخَتَانِ
Fiihimaa 'ainaani nadh-dhaakhataan(i)
66. "Di dalam kedua syurga itu ada dua buah mata air yang memancar."
 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
67. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
فِيهِمَا فَٰكِهَةٌ وَنَخۡلٌ وَرُمَّانٌ
Fiihimaa faakihatun wanakhlun wa rummaan(un)
68. Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima."
 فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
69. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 فِيهِنَّ خَيۡرَٰتٌ حِسَانٌ
Fiihinna khairaatun hisaan(un)
70. "Di dalam syurga itu ada bidadari-bidadari yang baik- baik lagi cantik-cantik."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
71. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
حُورٌ مَّقۡصُورَٰتٌ فِي ٱلۡخِيَامِ
Huurun maqshuuraatun fiil khiyaam(i)
72. "(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
73. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
 لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ إِنسٌ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنٌّ
Lam yathmitshunna insun qablahum wa laa jaann(un)
74. "Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni syurga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
75. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
مُتَّكِ‍ِٔينَ عَلَىٰ رَفۡرَفٍ خُضۡرٍ وَعَبۡقَرِيٍّ حِسَانٍ
Muttaki-iina 'alaa rafrafin khudhrin wa 'abqariyyin hisaan(in)
76. "Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah."
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadz-dzibaan(i)
77. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
تَبَٰرَكَ ٱسۡمُ رَبِّكَ ذِي ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ
Tabaarakaasmu rabbika dziil jalaali wal-ikraam(i)
78. "Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia."

Pertanyaan di Kepalaku

Pilih mana, muka bagus atau otak yg bagus?
Otak yg bagus, karena muka bisa dipoles, tp otak tidak.

Apa yg membedakan tua dan muda?
Umur, tingkat pemahaman, kedewasaan, pola pikir, pengalaman. Meski itu tak selalu koevalen.

Di hidupmu, apa ada yg pernah disesali?
Tidak, semua proses pasti menjadikan pribadi kita menjadi lebih baik. Hanya perspektif kita saja, karena Allah yg lebih tau apa yg kita butuhkan, bukan apa yg kita inginkan.

Apa yg membuatmu tersenyum?
Hal-hal sederhana, seperti melihat anak-anak lelap dalam tidurnya.

Apa yg membuatmu menangis?
Untuk sekarang, tidak ada yg perlu ditangisi. Aku  bahkan sudah lupa caranya.

Apa yg kau inginkan?
Bangun dari mimpi.

Apa lagi?  😊😊😊


Senin, 08 Juli 2019

Tipe Kepribadian dalam Psikologi

4 TIPE KEPRIBADIAN DALAM DUNIA PSIKOLOGI

Dalam dunia psikologi, dikenal yang namanya 4 tipe kepribadian: Sanguinis, Melankolis, Koleris & Plegmatis, atau ada juga yang langsung mengkategorikannya sesuai dengan sifat dominan masing-masing tipe, yaitu: Sanguinis Populer, Melankolis Sempurna, Koleris Kuat & Plegmatis Damai. Nah terus saya & anda termasuk yg mana?

KOLERIS pada umumnya mempunyai:
KEKUATAN:
* Senang memimpin, membuat keputusan, dinamis dan aktif.
* Sangat memerlukan perubahan dan harus mengoreksi kesalahan.
* Berkemauan keras dan pasti untuk mencapai sasaran/ target.
* Bebas dan mandiri.
* Berani menghadapi tantangan dan masalah.
* "Hari ini harus lebih baik dari kemarin, hari esok harus lebih baik dari hari ini".
* Mencari pemecahan praktis dan bergerak cepat.
* Mendelegasikan pekerjaan dan Orientasi berfokus pada produktivitas.
* Membuat dan menentukan tujuan.
* Terdorong oleh tantangan dan tantangan.
* Tidak begitu perlu teman.
* Mau memimpin dan mengorganisasi.
* Biasanya benar dan punya visi ke depan.
* Unggul dalam keadaan darurat.

KELEMAHAN:
* Tidak sabar dan cepat marah (kasar dan tidak taktis).
* Senang memerintah.
* Terlalu bergairah dan tidak/susah untuk santai.
* Menyukai kontroversi dan pertengkaran.
* Terlalu kaku dan kuat/ keras.
* Tidak menyukai air mata dan emosi tidak simpatik.
* Tidak suka yang sepele dan bertele-tele / terlalu rinci.
* Sering membuat keputusan tergesa-gesa.
* Memanipulasi dan menuntut orang lain, cenderung memperalat orang lain.
* Menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan.
* Workaholics (kerja adalah "tuhan"-nya).
* Amat sulit mengaku salah dan meminta maaf.
* Mungkin selalu benar tetapi tidak populer.

Kalau MELANKOLIS:
KEKUATAN:
* Analitis, mendalam, dan penuh pikiran.
* Serius dan bertujuan, serta berorientasi jadwal.
* Artistik, musikal dan kreatif (filsafat & puitis).
* Sensitif.
* Mau mengorbankan diri dan idealis.
* Standar tinggi dan perfeksionis.
* Senang perincian/memerinci, tekun, serba tertib dan teratur (rapi).
* Hemat.
* Melihat masalah dan mencari solusi pemecahan kreatif (sering terlalu kreatif).
* Kalau sudah mulai, dituntaskan.
* Berteman dengan hati-hati.
* Puas di belakang layar, menghindari perhatian.
* Mau mendengar keluhan, setia dan mengabdi.
* Sangat memperhatikan orang lain.

KELEMAHAN:
* Cenderung melihat masalah dari sisi negatif (murung dan tertekan).
* Mengingat yang negatif & pendendam.
* Mudah merasa bersalah dan memiliki Citra diri rendah.
* Lebih menekankan pada cara daripada tercapainya tujuan.
* Tertekan pada situasi yang tidak sempurna dan berubah-ubah.
* Melewatkan banyak waktu untuk menganalisa dan merencanakan (if..if..if..)
* Standar yang terlalu tinggi sehingga sulit disenangkan.
* Hidup berdasarkan definisi.
* Sulit bersosialisasi.
* Tukang kritik, tetapi sensitif terhadap kritik/ yg menentang dirinya.
* Sulit mengungkapkan perasaan (cenderung menahan kasih sayang).
* Rasa curiga yg besar (skeptis terhadap pujian).
* Memerlukan persetujuan.

Kalau PLEGMATIS:
KEKUATAN:
* Mudah bergaul, santai, tenang dan teguh.
* Sabar, seimbang, dan pendengar yang baik.
* Tidak banyak bicara, tetapi cenderung bijaksana.
* Simpatik dan baik hati (sering menyembunyikan emosi).
* Kuat di bidang administrasi, dan cenderung ingin segalanya terorganisasi.
* Penengah masalah yg baik.
* Cenderung berusaha menemukan cara termudah.
* Baik di bawah tekanan.
* Menyenangkan dan tidak suka menyinggung perasaan.
* Rasa humor yg tajam.
* Senang melihat dan mengawasi.
* Berbelaskasihan dan peduli.
* Mudah diajak rukun dan damai.

KELEMAHAN:
* Kurang antusias, terutama terhadap perubahan/ kegiatan baru.
* Takut dan khawatir.
* Menghindari konflik dan tanggung jawab.
* Keras kepala, sulit kompromi (karena merasa benar).
* Terlalu pemalu dan pendiam.
* Humor kering dan mengejek (Sarkatis).
* Kurang berorientasi pada tujuan.
* Sulit bergerak dan kurang memotivasi diri.
* Lebih suka sebagai penonton daripada terlibat.
* Tidak senang didesak-desak.
* Menunda-nunda / menggantungkan masalah.

Kalau SANGUINIS:
KEKUATAN:
* Suka bicara.
* Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif.
* Antusias dan ekspresif.
* Ceria dan penuh rasa ingin tahu.
* Hidup di masa sekarang.
* Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan).
* Berhati tulus dan kekanak-kanakan.
* Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara).
* Umumnya hebat di permukaan.
* Mudah berteman dan menyukai orang lain.
* Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian.
* Menyenangkan dan dicemburui orang lain.
* Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam).
* Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan.
* Menyukai hal-hal yang spontan.

KELEMAHAN:
* Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras).
* Membesar-besarkan suatu hal / kejadian.
* Susah untuk diam.
* Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank).
* Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele.
* RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
* Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
* Mudah berubah-ubah.
* Susah datang tepat waktu jam kantor.
* Prioritas kegiatan kacau.
* Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas.
* Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya.
* Egoistis.
* Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama.
* Konsentrasi ke "How to spend money" daripada "How to earn/save money".

Minggu, 07 Juli 2019

Definisi Bahagia

Definisi Bahagia

Dimulai dengan pertanyaan sederhana, sebenarnya apakah definisi bahagia?
Setiap orang mempunyai definisi bahagianya sendiri. Ada yg menilainya dari kecukupan materi, terlaksanakannya kewajiban, tuntasnya pekerjaan, lengkapnya keluarga, tercapainya impian, dsb.

Coba sejenak pejamkan mata, apa yg kau rasa dapat membuatmu bahagia?

Ada seorang ibu yg menjawab, dia bahagia saat melihat keluarganya bahagia.
Ada seorang remaja yg bergumam, dia bahagia saat masuk di sekolah unggulan.
Ada seorang ayah berkata, dia bahagia saat membahagiakan istri dan anak-anaknya, dsb.

Kebahagiaan adalah keadaan psikologis yang positif berupa kepuasan hidup yg timbul dari pemenuhan kebutuhan atau harapan, yang merupakan penyebab atau sarana untuk menikmati terhadap kehidupan yang dijalaninya. (Seligman, 2002)

Kebahagiaan itu bersifat dinamis, tergantung dari bagaimana hati kita memprosesnya.
Bahagia itu kita sendiri yg menciptakan.
Kita yang memilih kita akan merasakan bahagia atau tidak. Karena yg punya kontrol penuh terhadap perasaan kita adalah pikiran kita sendiri, bukan orang lain.

Kehidupan yang kita jalani tak mungkin tak pernah tak ada masalah. Hidup adalah peralihan dari masalah satu ke masalah yg lain. Setiap orang punya karakteristik sendiri dalam menyelesaikan masalah.
Ada yg selalu mengkambinghitamkan orang lain sebagai alasan atas apa yg terjadi, ada yg selalu menyalahkan dirinya sendiri, ada juga yg seolah bersikap tidak peduli padahal banyak yg menumpuk di hati.
Semua itu adalah bentuk perlindungan alam bawah sadar diri atas jiwa yg merasa tersakiti.

Untuk beberapa hal, kadang kita terlalu mendikte cara orang lain untuk berbahagia. Atau terlalu terburu-buru menyematkan kata "kasihan ya", "sedih banget hidupnya", "sayang banget kok gitu sih".
Atau yg lebih parah, menganggap bodoh keputusan orang lain hanya karena dia mengambil jalan berbeda dari yang kebanyakan orang pikirkan.

Padahal yg hidup mereka, cara mereka berbahagia juga yg tau hanya mereka. Selama mereka ga mengganggu orang banyak, kenapa pula harus kita ganggu dengan komentar kita?
Mungkin kita sendiri tidak sadar, komentar dan celetukan itu juga bentuk penghakiman halus pada mereka. Bentuk ke-soktau-an yg tidak kita sadari.

Setiap orang punya alasan atas setiap keputusan. Kebanyakan orang ga benar-benar tau alasan mereka, atau memang ga pengen tau. Kita tidak bisa secara sepihak memaksakan apa yg kita pikirkan hanya dari kacamata kita sendiri.
Apakah kau akan bertanggung jawab atas pemaksaan pemikiranmu saat itu ga berlangsung lancar pada kehidupannya di masa depan padahal mereka yg merasakan dan menjalaninya?

Hanya saat kita bahagia karena uda nikah, bukan berarti kita bisa menilai mereka yg belum menikah hidupnya menderita.
Hanya saat kita bangga akan pencapaian akademis di dunia perkuliahan, bukan berarti kita bisa menganggap orang lain yg tidak menyelesaikan pendidikannya adalah orang yg gagal.

Pilihan atas setiap kejadian dan keputusan selalu punya alasan tersendiri dan pasti sudah melalui pemikiran panjang dan proses pengambilan keputusan yg relevan untuk berujung pada kebahagiaan.

Cara tersederhana untuk meredakan masalah mereka adalah buat mereka tersenyum atau lontarkan kata-kata penyemangat yg menyengat. Membahagiakan orang lain pasti juga akan membuatmu bahagia.

Merasa bahagia adalah proses paling sederhana untuk benar-benar bahagia. Kalo perlu paksa. Jangan terlalu terlena dalam kemanjaan perasaan sedihmu. Pites kuat-kuat rasa sedih itu biar jadi butiran debu.
Ngomong mah gampang, makanya ayok lakukan..

Jangan lupa bahagia.😊

Jodoh yang Tak Berjodoh

Jodoh itu seperti kepingan puzzle, dia melengkapi setiap sisi. Jodoh itu bukan orang yg paling sempurna, melainkan dia yg bisa menutupi dan memaklumi setiap kekurangan kita. Karena kita tumbuh sebagai manusia biasa, bukan sebagai malaikat tanpa cela. Dari tiap cela itu kita bisa membuatnya sebagai ladang ibadah, dan kelebihannya sebagai anugerah.

Dari jodoh itu pulalah kita belajar jatuh cinta berkali-kali pada orang yg sama. Dia mungkin pernah membuatmu hilang akal dan marah, ataupun kecewa dan terluka, tapi saat melihatnya tertidur lelap dalam lelah, kau akan mengerti betapa berharganya wajah yg kau cintai bertahun-tahun itu.

Mungkin setelah pernikahan yg panjang dan lama, atau masalah yg datang bertubi-tubi, ada rasa ingin pergi. Entah karena bosan stag di tempat itu, atau karena lelah bersama, banyak sekali alasan yg tidak bisa dijabarkan satu persatu. Bukankah itu manusiawi? Karena tiap manusia punya kecenderungan untuk ingin selalu bahagia.

Banyak faktor mengapa pernikahan bisa kandas di tengah jalan. Ada yg bilang itu ujian, ada yg bilang emang sudah begitu jalannya. Tapi bagi sebagian orang, saat kita sudah memilih dia sebagai jodoh kita, baik buruknya, kurang lebih nya, kita wajib terima apa adanya. Itu sudah pilihan kita, kita harus bertanggung jawab penuh untuk itu. Karena saat kita memilih, tentu tak ada keinginan untuk berpisah. Tidak ada orang yg sudah menikah menyengajakan untuk mengakhiri yang sudah dibangun bertahun-tahun hanya untuk hancur begitu saja.

Saat masalah datang terlalu bertubi-tubi, tiap orang punya batas. Batas dimana dirinya bisa bertahan atas semua hal. Ada sebuah artikel tentang psikologi pernikahan, bahwa adalah hal yg klise kalau kita berusaha bertahan demi kebahagiaan salah satu pihak. Bertahan karena anak itu penting, karena anaklah yg paling dirugikan jika pernikahan benar-benar kandas, padahal mereka samasekali tidak tahu menahu, dan merekapun tidak meminta untuk lahir dalam keluarga yg akhirnya akan berpisah.

Untuk itulah, saat pernikahan benar-benar di ujung tanduk, pasangan yg akan berpisah harus bisa bekerja sama dengan baik dan benar secara kondusif untuk selalu menciptakan suasana yg membuat anak tidak merasa terabaikan. Dan itu butuh konsistensi. Meski bentuk konsistensi itu tak melulu harus dengan cara hidup bersama.

Tulisan ini universal, tidak tertuju pada siapapun.
Ini adalah salah satu bentuk diskusi, silakan jika merasa ada yg tidak cocok dan ingin menambahi..
Sebenarnya masih banyak poin-poin lain, tapi ga sempet, ini aja tulisannya acak...

*tulisan buru-buru, dibuat di sela ikomah dan adzan ashar

Minggu, 09 Juni 2019

Silaturahim dan Basa-basi nya..

Umur tidak selalu memastikan tingkat kedewasaan. Bahkan kita bisa belajar pada seorang bayi, yg tak kenal lelah untuk selalu berusaha bangkit saat terjatuh dalam belajar berjalan.

Belajar itu ga selalu harus lewat membaca teori. Bisa juga lewat merasakan dan mendengarkan. Bisa juga dengan melebarkan hati dan meluaskan pandangan. Asal jangan tiba-tiba melebarkan tangan dear, rawan bau kelek.. Ngahaha...

Saat kita lebih banyak menggunakan telinga daripada mulut, saat itu kita akan belajar memahami. Mungkin itu sebagian alasan mengapa Allah menciptakan dua telinga, sementara mulut hanya satu. Agar kita lebih banyak mendengarkan, bukan hanya pintar membicarakan baik-buruknya orang lain.

Tapi mengaktifkan indera pendengaran dengan maksimal, berbanding lurus dengan berkembangnya kepekaan hati. Intinya kita akan lebih sensitif. Maka inilah saatnya hati yg peka berkorelasi dengan logika yg sehat, sehingga senantiasa menjadikan pikiran yg positif.

Saat Hari Raya seperti sekarang ini, nuansa paling kental adalah silaturahim. Berkunjung dan makan (makan ini keadaan paling menyenangkan :D) dari rumah ke rumah. Yang mana juga terjadi basa basi yg kadang tanpa sadar itu rasanya garing menyebalkan gitu.

Seperti,
Eh, gemukan ya sekarang..
Mana nih gandengannya, kok sendirian aja..
Kapan nikah? Kaya uda lama barengnya, cocok langsung cus aja atuh..
Brapa lama nikah? Belum hamil juga nih..
Eh, anaknya yg ini iteman ya, beda ama yg atu nya..
Duh anaknya uda banyak aja, perasaan baru kemaren nikah..
Dan sederet bla..bla..bla lainnya...

Intinya satu dear... Jangan Baper!
Bawa kalem aja. Stay cool. Meski kadang celetukan mereka itu bikin greget rasa pengen ngunyah orang, husnudzon aja lah bahwa mereka sebenernya hanya bingung mencari bahan omongan. Yang gampang terlihat aja yg spontan mereka tanyakan. Mereka ga bener-bener ingin begitu ikut campur dengan kehidupan kita.

Ga mungkin juga kan mereka nanya hal absurd macam,

Berapa derajat celcius suhu cuaca skrg ya, sepertinya ini efek pemanasan global dimana lapisan ozon sudah mulai mencairkan lapisan es di kutub..

Atau

Berdasar pemahaman ekonomi secara persuasif, pertukaran uang lebaran untuk angpao itu ternyata banyak menimbulkan perspektif baru, apa itu salah satu dari riba? ..

Kita lagi silaturahim dear, bukan lagi rapat plano!

Yakin aja bahwa mereka bertanya bukan niat nyinyirin hidup kita. Untuk meminimalisir rasa sakit hati, ada baiknya kita kasi filter di telinga, bahwa segala ucapan yg rasanya menyebalkan itu cukup kita biarkan sebagai angin lalu saja, jangan biarkan mengendap di hati. Perih dear.

Atau mulai ganti pertanyaan basa-basi macam itu dengan,

Eh, gemukan ya sekarang..
==> Alhamdulillah, lebih bahagia dan makmur ya sekarang..
Mana nih gandengannya, kok sendirian aja..
==> Sibuk apa sekarang?
Kapan nikah? Kaya uda lama barengnya, cocok langsung cus aja atuh..
==> Alhamdulillah langgeng ya, ada kesibukan apa skrg?
Eh, anaknya yg ini iteman ya, beda ama yg atu nya..
==> Alhamdulillah, anak-anaknya sehat semua..

Dan sederet bla..bla..bla.. lainnya, bisa dicoba ngarang sendiri.

Nikmati aja nuansa silaturahimnya, bertemu sanak saudara, saling bertukar kabar dan berita baik. Saling mengenal wajah-wajah kerabat jauh dan dekat.
Ada kalanya mungkin kita sendiri yg bicaranya ngawur, daritadi ngomong ngasi berbagai macam petuah padahal diri sendiri belum tentu bener juga ga baik kan dear? Sumbing... Eh sombong itu namanya...

Maka mari kita mulai introspeksi diri dan lebih menjaga cara bicara kita. Mulai berbasa-basi dengan cara yang lebih ahsan. Mungkin bagi beberapa orang itu hal remeh dan receh. But, you should be know and aware about your mouth. Karena apa yang keluar dari mulutmu menunjukkan kualitas dirimu.

Mungkin setelah membaca ini, kamu...ya...kamu berpikir bahwa, ih sotoy banget ini orang, kaya diri sendiri bener aja..
Saya pun sedang belajar, dan inipun berfungsi sebagai reminder untuk diri sendiri. Maka jangan lihat dari siapa yg bicara, tapi apa isi yang mereka bicarakan, karena orang bijak selalu bisa belajar dari berbagai hal.

#Faa


Rabu, 05 Juni 2019

Luka

Ada kalanya kita perlu luka untuk mengajarkan arti tegar,
Perlu derita untuk mengerti apa itu makna hidup,
Perlu dihina untuk belajar menjadi lebih kuat,
Perlu hati yang hancur untuk kemudian bangkit kembali,
Perlu Allah sebagai tempat kita kembali untuk menjadikan semuanya indah pada waktunya.
Dan perlu galau pagi-pagi untuk menuliskan ini semua 😄

Ada masa dimana kita selalu menyalahkan keadaan,
Ada masa saat kita selalu menggunakan kata 'seandainya'
Ah mau bagaimanapun semua sudah terjadi.
Di masa lampau itulah pilihanmu, bertanggungjawablah atas pilihan itu. 😊

Dan yakinlah, semua adalah proses untuk membaikkan pribadi masing-masing. Sakit memang. Tapi nikmati saja semua prosesnya. Allah, pikiran positif, dan waktu akan membantu melewati semua.

Karena kau akan jadi sekuat apa yg ada kau percaya akan dirimu.

Jangan pernah berhenti bersyukur, yakinlah Allah Maha Baik. 💕💕💕

Nuning. Sebuah cerita tentang wanita... (4)

~~~

POV Nuning

Saat membereskan barang-barang lama di dalam lemari tua itu, aku menemukan sebuah kotak kusam berdebu. Tertera namaku di sudut depan kotak itu. Nuning. Di dalamnya ada sebuah buku, sepertinya buku diary. Ku baca acak halaman terakhir.

........................
Tersenyumlah, maka akan kau dapati hatimu lebih besar dan luas dari sebelumnya...

Jangan pikirkan betapa sulitnya kau tersenyum, tapi bayangkan bagaimana senyumanmu bisa memberi efek positif pada orang lain..

Tuhan tau apa yang terbaik, meski sering jalannya tak seperti yang kau inginkan.

Kau akan dewasa karena luka, dan akan belajar karenanya..
Untuk tidak lagi menaruh harap pada manusia, tidak lagi bersikap hilang akal sehat demi cinta yang salah..

Dari luka lama yang bahkan tak pernah benar-benar sembuh, kau akan semakin sadar bahwa semua yang menumbuhkan mimpi pada manusia hanya berakhir sia-sia..

Akhirnya kau sadar betapa melelahkannya berharap pada manusia, terus menerus menumpangkan harap dan berakhir ratap.

Kini, saatnya kau harus bangkit. Memulai semua dari awal. Menghapus memori pahit yang tertinggal, dengan mencoba menerima dan merelakan.

Kini bukankah kau jadi tahu bersikap lebih waras? Berani menghadapi semua dengan lapang dada. Tidak lagi terbujuk oleh rayuan cinta semu dan fana.

Kau dewasa karena luka. Kau akan lebih bersikap waras karena pengalaman yang pernah kau lewati, meski semua cerita itu tentang sakit hati...
.......................................

Tak tertera tanggal di lembar catatan itu. Entah itu kapan ku tulis. Aku lupa. Atau lebih tepatnya aku sengaja melupakannya. Bukankah lebih baik membuang semua kenangan buruk ke belakang kepalamu?

Membaca catatan ini membuat hatiku sangat sakit. Tapi anehnya tak ada air mata yg mengalir. Sakit tapi aku tidak bisa menangis.

~~~

Mood lagi ga bagus...tulisannya amburadul, alur dan plot ga jelas. Tau ah gelap...

Nuning. Sebuah cerita tentang wanita... (3)

#Nuning

~~~

POV. Nuning
Flasbcack on

Aku memeluk erat kedua lututku yang bergetar. Lantai yang ku duduki terasa senyap dalam kedinginan. Di luar terasa sunyi, hanya suara dedaunan yang diterpa angin tengah malam.

Ku pandangi seorang laki-laki yang tertidur pulas di atas tempat tidur. Wajah yang selama bertahun-tahun selalu ada dalam hati dan kepalaku. Selalu wajah hangatnya yang ku simpan dalam memoriku. Meski tak jarang wajah itu penuh amarah seperti beberapa menit yang lalu.

Ku sentuh beberapa sudut tubuhku yang terasa nyeri akibat amarahnya yg tak terbendung. Sakit. Tapi lebih sakit harga diriku. Seakan remuk hati dan perasaanku. Tapi dia tetap lelaki yg telah ku pilih.

Tanpa suara aku mendekat ke arahnya. Ada ketakutan dia akan bangun tapi aku tak peduli. Ku pandangi wajahnya yg seakan tanpa beban. Bulir-bulir bening menghiasi pelupuk mataku satu-satu. Mengapa ini terjadi pada kita, Tuhan. Dia adalah orang baik. Aku menyayanginya sepenuh hatiku. Seluruh jiwa dan ragaku ku haturkan padanya tanpa kurang suatu apapun. Aku selalu berusaha menjadi apapun yang dia mau. Aku berusaha sekuat tenagaku, Tuhan.. Apa dia tidak mengerti?

Bahuku berguncang, tangisan tanpa suara itu semakin hebat. Hendak ku sentuh wajahnya tapi ku urungkan.
"Kak, maafkan aku. Sekarang aku masih kuat, Kak.  Aku masih punya sedikit kekuatan untuk tetap bersamamu. Tapi aku takut, takut suatu saat nanti kekuatanku benar-benar habis tak bersisa. Jika saat itu tiba aku akan pergi dan tak mampu bahkan untuk sekedar menoleh padamu, Kak. Aku takut saat itu akan terjadi. Aku takut... "

Kembali ku peluk kedua lututku, sungguh keadaan yang menyedihkan.

Hatiku gerimis malam ini. Hanya Tuhan yang tahu apa yang aku rasakan. Semoga semua sakit ini adalah bagian dari penggugur dosa-dosaku, Tuhan. Harapanku hanya satu, wajah yang ku sayangi itu berubah selalu lembut padaku.
Apakah permintaan ku terlalu berlebihan, Tuhan?

Flasback off

Ku buka kedua mata dengan gelisah. Mimpi itu datang lagi. Datang lagi setelah ku kubur dalam-dalam.

~~~

Jadi syedih setelah nulis ini 😢
Lagi hobi nulis hal yg menyedihkan, bagian bahagianya mana ya?  Wkwkwkw, moodnya lagi kesana... Ntar ada mood baik lagi lanjut nulis...

Nuning. Sebuah cerita tentang wanita... (2)

#Nuning

~~~

POV. Nuning

Entah sejak kapan kaki dan tanganku berubah sedingin es. Kakiku gemetaran dibuatnya. Keadaan di sekitarku seakan berubah cuaca seperti di kutub padahal di luar ruangan sana matahari bersinar dengan terangnya.

Ku rapatkan kedua kaki dan tanganku agar terasa lebih hangat. Rasanya tetap sama. Dingin.

Ku pejamkan mataku. Keringat dingin mengalir di sela pelipis. Napasku mulai satu-satu. Tuhan, ada apa denganku?

"Ning.. "

"Nuning?"

Siapa itu?

"Nuning apa kau baik-baik saja?"

Ku beranikan diriku membuka mata. Aku kembali ke sebuah ruangan dengan dinding berwarna hijau menenangkan. Ku lihat Joko teman sekerjaku sedang melihat dengan wajah penuh tanda tanya.

"Ah sepertinya aku kurang enak badan, Ko. Maaf, apa yang terjadi barusan?"

"Biasa lah pak Bos lagi marah-marah. Kalo aku sih masuk telinga kiri keluar telinga kanan, Ning... Hahaha.. Mmm kamu terlihat pucat, Ning. Istirahatlah kalo sakit"

"Terima kasih, Ko. Sepertinya aku sudah baik-baik saja"

Ku pijat pelipisku pelan-pelan. Ini sudah yg ke sekian kali nya terjadi. Awal mulanya ku pikir mungkin efek darah rendah, tapi ini berkelanjutan dan selalu kebetulan saat sedang ada laki-laki yg marah-marah padahal bukan tertuju padaku. Entah siapapun itu.

Tuhan, ada apa denganku?

~~~

Mood lagi bagus setelah melihat langit cerah hari ini... Lanjut tar lagi nulisnya, titip sini dulu..  😊

Nuning. Sebuah cerita tentang wanita...

#Nuning

~~~

Sore itu, ku lihat Nuning duduk dengan pandangan kosong menghadap cermin besar seukuran orang dewasa di dalam kamarnya.

"Ning.. Kenapa diam saja dan melamun begitu, apa yang kau pikirkan? "

Nuning tetap tak bergeming. Hanya menghela napas dengan berat, seperti sedang menggendong segunung batu di punggungnya yg ringkih.

"Entahlah, Ndah.." bola matanya bergerak melihat pantulan dirinya sendiri di depan cermin. Wajahnya lebam di beberapa sisi, pipi kirinya bengkak dan sudut matanya memerah seperti ada gumpalan darah beku.

"Aku hanya berpikir bahwa aku ini apa, Ndah? Apakah aku cukup berharga? Aku sudah cukup bertahan selama berpuluh tahun ini"

Aku hanya tersenyum. Ini rasanya seperti de'javu. Aku seperti melihat diriku yang dulu, bertahun-tahun yang lalu.
Perlahan ku langkahkan kakiku menuju Nuning, ku pegang pundaknya dengan yakin.

"Lihatlah aku, Ning. Jangan menyerah akan hidupmu. Kamu wanita baik. Kamu berharga. Jangan sia-siakan hidupmu hanya untuk orang yang bahkan tak pernah menyayangimu. Angkat kepalamu dan tunjukkan bahwa kamu bisa melangkah dengan kedua kakimu sendiri, Ning. Aku tahu perjuanganmu dari dulu, dan tidak seharusnya kamu berada di titik ini"

Nuning menatapku dengan pandangan sayu tanpa harapan. Bulir bening menghiasi kelopak matanya yg lebam membiru.

"Aku sangat lelah untuk saat ini, Ndah. Lelah sekali, bolehkan aku beristirahat sejenak?

"Tentu saja boleh, Ning. Marahlah saat kau ingin marah. Luapkanlah semua. Ucapkan semua yg tak pernah kau utarakan selama ini. Mereka berhak tahu apa yg terjadi tanpa hanya terus membabibutakan tekanan masalah padamu. Terbukalah sekarang, katakan terus terang. Jangan menutupi apapun! Tidak baik, Ning. Kau bisa gila! Sayangilah dirimu sendiri!"

"Aku sudah gila dari dulu, Ndah. Setiap memikirkan ini kepalaku seperti pecah hancur berkeping-keping. Bolehkah aku istirahat, Ndah? Bolehkan aku merasa bahkan Dia tak pernah hadir dan adil padaku?"

Diliriknya botol racun tikus di sudut kamar. Kemudian pandangannya kembali kosong menghadap cermin.

"Jangan bodoh untuk yg ke sekian kali nya, Ning! Ini hanya bagian kecil dari kasih sayang Allah untuk mendekatkanmu pada-Nya. Bangkitlah! Marilah pegang tanganku, kita bisa melalui ini bersama-sama. Tersenyumlah..
Perlihatkanlah bahwa kau tetap Nuning yg kuat dan penuh senyum seperti biasa"

Tiba-tiba Nuning menunduk di sela kakinya yg meringkuk. Ku lihat tubuhnya bergetar dengan hebat. Sesenggukan tanpa suara. Kemudian teriakan dan tangisan keluar dengan bebas seperti meledakkan semua yg terpendam dalam hati.

Ku biarkan Nuning melepaskan semua emosi dirinya. Ku tutup pintu kamarnya. Dia perlu waktu untuk menyendiri.

~~~

Tulisan macam apa ini, efek baca novel tadi malem. 😅😅
Kalo mood nanti di lanjut, lagi ga ada kerjaan...