Sabtu, 10 Agustus 2019

Kekuatan Pikiran

Apa yg kita rasakan tergantung dari apa yg kita pikirkan. Karena kekuatan pikiran begitu hebatnya menguasai alam bawah sadar kita.

Kau akan baik-baik saja jika kau memang ingin dirimu berpikir seperti itu. Kau akan kalut jika membiarkan pikiran kalut menguasai dan menjatuhkanmu.
Kau akan bahagia jika membiarkan pikiranmu secara sederhana mensyukuri hal-hal paling sederhana sekalipun di sekelilingmu.

Manusia pada dasarnya memang punya sifat asli serakah. Dia bahagia di waktu ini, namun di keadaan dan situasi yg sama di lain waktu yg akan datang dia akan berubah karena menginginkan hal lain yg lebih.

Itu berproses dan keserakahan manusia berkembang dari waktu ke waktu. Namun pada dasarnya kita semua tau mana yg baik dan yg buruk itu dengan melihat ke dalam nurani masing-masing. Berbicaralah lebih dalam dengan hatimu. Rasakan semua, korelasikan hati, pikiran dan nurani terdalam.

Hidup dengan bahagia itu tidak rumit sebenarnya. Tidak perlu banyak aturan dan syarat ketentuan berlaku. Kita hanya perlu mensyukuri apapun yg terjadi dalam hidup. Baik dan buruk. Hitam dan putih. Terima dengan lapang dada dan melalui dengan ikhlas dan senyuman. Tolak ukur yg pernah kita tekankan di waktu pikiran tersetting perfeksionis pun akan blur dengan rasa syukur.

(Tapi tolak ukur juga perlu, agar kita terus punya ambisi untuk maju.)

Semua yg berlebihan pasti akan berakhir tidak baik. Misal saja saat makan buah pisang. Pisang itu baik; tinggi kalium, serat, mineral, dan nutrisi baik lainnya. Tapi saat dikonsumsi berlebihan tentu berakibat pada gangguan pencernaan. Sama hal nya saat mencintai seseorang. Mencintai itu baik, menyayangi itu indah. Akan tetapi jika dilakukan berlebihan pun akibatnya jadi tidak baik, cenderung mengikat, possessif, terlalu banyak aturan dan berakibat pada bermasalahnya sisi mental dan psikologis.

Atau saat terlalu benci pada seseorang, bisa berefek pada rasa galau dan bikin status yg berisi mantra gimana cara nyantet orang dengan damai.
Contoh lain bisa juga pada sisi rupawan seseorang. Karena saya wanita, saya ibaratkan yg ganteng dan yg manis. Saya lebih suka yg manis, karena yg ganteng itu membosankan.

Dua contoh yg terakhir bisa di skip ya, itu ga relevan dengan konteks di atas. 😆😆😆

Sekian dan selamat bersemangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar