Minggu, 09 Juni 2019

Silaturahim dan Basa-basi nya..

Umur tidak selalu memastikan tingkat kedewasaan. Bahkan kita bisa belajar pada seorang bayi, yg tak kenal lelah untuk selalu berusaha bangkit saat terjatuh dalam belajar berjalan.

Belajar itu ga selalu harus lewat membaca teori. Bisa juga lewat merasakan dan mendengarkan. Bisa juga dengan melebarkan hati dan meluaskan pandangan. Asal jangan tiba-tiba melebarkan tangan dear, rawan bau kelek.. Ngahaha...

Saat kita lebih banyak menggunakan telinga daripada mulut, saat itu kita akan belajar memahami. Mungkin itu sebagian alasan mengapa Allah menciptakan dua telinga, sementara mulut hanya satu. Agar kita lebih banyak mendengarkan, bukan hanya pintar membicarakan baik-buruknya orang lain.

Tapi mengaktifkan indera pendengaran dengan maksimal, berbanding lurus dengan berkembangnya kepekaan hati. Intinya kita akan lebih sensitif. Maka inilah saatnya hati yg peka berkorelasi dengan logika yg sehat, sehingga senantiasa menjadikan pikiran yg positif.

Saat Hari Raya seperti sekarang ini, nuansa paling kental adalah silaturahim. Berkunjung dan makan (makan ini keadaan paling menyenangkan :D) dari rumah ke rumah. Yang mana juga terjadi basa basi yg kadang tanpa sadar itu rasanya garing menyebalkan gitu.

Seperti,
Eh, gemukan ya sekarang..
Mana nih gandengannya, kok sendirian aja..
Kapan nikah? Kaya uda lama barengnya, cocok langsung cus aja atuh..
Brapa lama nikah? Belum hamil juga nih..
Eh, anaknya yg ini iteman ya, beda ama yg atu nya..
Duh anaknya uda banyak aja, perasaan baru kemaren nikah..
Dan sederet bla..bla..bla lainnya...

Intinya satu dear... Jangan Baper!
Bawa kalem aja. Stay cool. Meski kadang celetukan mereka itu bikin greget rasa pengen ngunyah orang, husnudzon aja lah bahwa mereka sebenernya hanya bingung mencari bahan omongan. Yang gampang terlihat aja yg spontan mereka tanyakan. Mereka ga bener-bener ingin begitu ikut campur dengan kehidupan kita.

Ga mungkin juga kan mereka nanya hal absurd macam,

Berapa derajat celcius suhu cuaca skrg ya, sepertinya ini efek pemanasan global dimana lapisan ozon sudah mulai mencairkan lapisan es di kutub..

Atau

Berdasar pemahaman ekonomi secara persuasif, pertukaran uang lebaran untuk angpao itu ternyata banyak menimbulkan perspektif baru, apa itu salah satu dari riba? ..

Kita lagi silaturahim dear, bukan lagi rapat plano!

Yakin aja bahwa mereka bertanya bukan niat nyinyirin hidup kita. Untuk meminimalisir rasa sakit hati, ada baiknya kita kasi filter di telinga, bahwa segala ucapan yg rasanya menyebalkan itu cukup kita biarkan sebagai angin lalu saja, jangan biarkan mengendap di hati. Perih dear.

Atau mulai ganti pertanyaan basa-basi macam itu dengan,

Eh, gemukan ya sekarang..
==> Alhamdulillah, lebih bahagia dan makmur ya sekarang..
Mana nih gandengannya, kok sendirian aja..
==> Sibuk apa sekarang?
Kapan nikah? Kaya uda lama barengnya, cocok langsung cus aja atuh..
==> Alhamdulillah langgeng ya, ada kesibukan apa skrg?
Eh, anaknya yg ini iteman ya, beda ama yg atu nya..
==> Alhamdulillah, anak-anaknya sehat semua..

Dan sederet bla..bla..bla.. lainnya, bisa dicoba ngarang sendiri.

Nikmati aja nuansa silaturahimnya, bertemu sanak saudara, saling bertukar kabar dan berita baik. Saling mengenal wajah-wajah kerabat jauh dan dekat.
Ada kalanya mungkin kita sendiri yg bicaranya ngawur, daritadi ngomong ngasi berbagai macam petuah padahal diri sendiri belum tentu bener juga ga baik kan dear? Sumbing... Eh sombong itu namanya...

Maka mari kita mulai introspeksi diri dan lebih menjaga cara bicara kita. Mulai berbasa-basi dengan cara yang lebih ahsan. Mungkin bagi beberapa orang itu hal remeh dan receh. But, you should be know and aware about your mouth. Karena apa yang keluar dari mulutmu menunjukkan kualitas dirimu.

Mungkin setelah membaca ini, kamu...ya...kamu berpikir bahwa, ih sotoy banget ini orang, kaya diri sendiri bener aja..
Saya pun sedang belajar, dan inipun berfungsi sebagai reminder untuk diri sendiri. Maka jangan lihat dari siapa yg bicara, tapi apa isi yang mereka bicarakan, karena orang bijak selalu bisa belajar dari berbagai hal.

#Faa


Tidak ada komentar:

Posting Komentar