Sabtu, 11 Agustus 2018

Tips Mengajar Anak Usia Dini ( PAUD, TK) untuk Pemula

Bismillahirrahmanirrahim ^~^

Alhamdulillah ga terasa sudah hampir 4 minggu saya menjadi bagian dari sebuah lembaga pendidikan anak usia dini. Setiap pagi menemani krucil-krucil dengan berbagai tingkah polah mulai dari lucu menggemaskan sampe tingkat menggemaskan yg agak menyebalkan :D

Awal mencoba mengajar anak usia dini saya merasa hari-hari menjadi begitu amat panjang. Tapi saya tak ingin menyerah semudah itu. Saya yg notabene tidak terlalu akrab dengan dunia anak kecil dan tidak mempunyai basic pendidikan mengajar anak usia dini ini merasa tertantang, bahwa saya harus bisa menaklukkan hati-hati mungil itu.

Saya mulai berpikir, cara apa yg bisa saya lakukan untuk membuat mereka tertarik berkomunikasi dengan saya?

Bagaimana membuat mereka mengerti bahwa setiap yg saya ucapkan (baik itu ucapan baik, ucapan larangan atau himbauan untuk tidak melakukan sesuatu) adalah demi kebaikan mereka?

1. Sok Pede
Kenapa harus sok PD padahal kita hanya mengajar anak kecil yg imut lucu nan menggemaskan ini?
Mengajar anak usia dini ini berbeda atmosfer nya dengan mengajar anak remaja, karena anak-anak ini cenderung masih dalam pengawasan orang tua. Tiap pagi kebanyakan orang tua masih menunggui anak sampai sekolah usai (bahkan ada yg ikut masuk ke dalam kelas menemani anak dalam proses belajar).
Cara meningkatkan rasa PEDE ini adalah dengan praktek langsung. Keluarkan secara alami semua kemampuan terbaik kita untuk mengarahkan anak. Awal nya mungkin terasa berat, lambat laun semua akan terasa biasa.

2. Terapkan Mencontek
Tidak semua proses mencontek itu tidak benar. Menurut saya, ini adalah salah satu metode mengajar anak usia dini yg cukup ampuh.
Amati dan pahami cara mengajar guru lain. Simak cara mereka menangani anak dengan berbagai kasus dan penyelesaiannya. Saat kita berada di situasi yg sama, maka conteklah gaya mengajar mereka, coba terapkan berbagai penyelesaian permasalahan yg pernah dilakukan guru lain. Di sinilah nanti, kita akan menemukan berbagai karakter anak dan ilmu psikologi anak secara riil.

3. Memahami Karakter Anak
Setiap anak mempunyai karakteristik yg berbeda. Disini kita akan belajar bahkan saat berada di kasus yg sama namun berbeda anak, maka penanganan nya pun berbeda. Satu contoh saat anak berkelahi, ada yg cukup hanya satu kali dilerai, ada yg butuh dilerai berkali-kali untuk tidak memukul temannya, ada juga yg butuh pendekatan personal berupa penjelasan sebab dan akibat jika anak terus melakukan perkelahian. Memahami anak butuh proses pendekatan yg kontinyu dan juga waktu.

4. Melakukan Pembiasaan Baik secara Berkesinambungan
Anak adalah seorang peniru ulung. Apalagi anak usia dini berada di Golden Age, menyerap semua yg ada di sekitarnya. Melatih pembiasaan baik pada anak tidak cukup hanya sekali-dua kali. Karena itulah di proses ini kita belajar tentang disiplin dan kesabaran. Disiplin untuk mengingatkan anak melakukan sesuatu sesuai aturannya ( misal mengingatkan salim pada guru saat baru datang dan saat meninggalkan sekolah, mengingatkan untuk meletakkan barang anak di tempatnya semula, atau sekedar mengingatkan untuk mengucapkan kata 'Tolong' saat kita membutuhkan bantuan orang lain). Melatih kesabaran adalah dengan pengulangan. Hari ini dibiasakan, besok dilanjutkan sampai seterusnya hingga anak terbiasa.

5. Mengatur Mimik Muka
Ceria Ceria Ceria. Ingat saja mantra ini saat akan bertemu anak-anak di sekolah. Apapun permasalahan kita di luar sekolah jangan sampai terbawa ke proses mengajar. Senyum adalah cara terbaik menyalurkan energi positif kita pada anak.

6. Selalu Belajar dan Tingkatkan Kreativitas
Menjadi pengajar anak usia dini kadang kesannya sepele. Ah cuma anak kecil, ah gampil, ah segitu aja mah ga susah. Jangan loyo gitu dong. Kita juga ga bisa ngajar hanya bermodal 'ya udahlah gitu aja'. Banyak sarana yang bisa kita pake untuk menjadi pengajar yg lebih baik. Sering berdiskusi dengan guru senior dan meniru pola ajar mereka, selalu mengasah dan meningkatkan kreativitas kita dengan contoh misal nyontek di mbah gugel, cari di sosmed, gabung di komunitas pengajar anak usia dini, sharing dengan pengajar lain. Intinya Jangan Malas.

Nah itu beberapa tips mengajar anak usia dini bagi pemula ya... Semoga ini bisa saling membantu kita dalam meningkatkan metode pembelajaran yg baik untuk anak..

Yang mau menambahkan tips silakan bisa tulis di komen atau bisa japri saya via email dan WA ya ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar